"Iman, Pengharapan, dan Kasih"

Terbaru

Review Film I’m Not Ashamed (2016)

https://www.imdb.com/title/tt4950110/mediaviewer/rm2501251072?ref_=tt_ov_i

I’m Not Ashamed (2016)

Sinopsis Pembantaian Columbine pada 20 April 1999 benar-benar mengubah pandangan Amerika tentang kehidupan siswa sekolah menengah. Ditarik langsung dari kata-kata dan entri jurnal korban korban Harrisonine Scott, melalui pandangan ibunya, Beth Nimmo, ini adalah kisah nyata seorang siswa sekolah menengah atas yang memiliki keyakinan penuh perhatian dan kepedulian yang menyebabkannya untuk menjangkau para siswa termasuk para pembunuhnya yang menjadikannya target rencana pembunuhan mereka. Ditulis oleh Visible Pictures.

Review – jujur saja film ini bagus banget. Sebuah autobiografi dari perjuangan iman seorang remaja wanita yang duduk di bangku SMA di colombia.

Iklan

Invasion Camp and Sion Ministry

   Hallo namaku Awrel Chendion aku adalah mahasiswa di salah satu perguruan Tinggi Negri Bandung. jadi disini aku pengen membagikan Kisahku bersama Sion. Well, cerita ini berawal dari masa aku sekolah di SMA tepatnya (SMA N 4 Batam).

   jujur aja, aku sama seperti anak lainnya, aku siswa yang cukup terkenal dan berprestasi disekolah, namun aku selama itu aku tidak pernah mengenal Bapa yang sebenarnya, Selama ini aku hanya membaca Alkitab hanya untuk Kelihatan Rohani saja. ya semua orang seakan menganggapku agak rohani terlebih aku memegang jabatan Wakil Rohani Kristen di sekolahku. it’s just a mask . aku yang sebenarnya mungkin jauh dari pada itu, seorang yang suka masturbasi, pengen diakui oleh orang lain, tinggi hati, pemarah, pendendam, egois dll.

    saat itu aku sedang mengalami konflik dengan guru pembimbing rohani Kristen dan aku sangat-sangat kesal dan marah kepadanya. entah kenapa disaat aku yang paling marah waktu itu, aku lupa ayat Matius 5:37 – “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.   Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”   aku mencari ayat itu untuk mendebat guruku tersebut, namun hasilnya nihil, seakan-akan ada sesuatu yang lain yang penting, saat itu aku melihat seorang kakak-kakak yang barusan berkhotbah di depan dan aku bertanya kepadanya suatu pertanyaan yang masih kuingat dan aku sangat bersyukur karena itu. aku mengatakan “Kak, kakak tadi yang berkhotbah di dpan kan? aku mau nanya nih kak, ayat yang ada tertulis jika ya katakan ya dan jika tidak katakanlah tidak itu ada dimana ya kak?” lalu kakak itu menanyakan kenapa aku menanyakan itu, lalu aku menceritakan segala kejadian tentang perselisihanku dengan guruku. namun bukannya membantuku, kakak itu lebih memfokuskan tentang hati pelayan tepatnya hati hamba. selama guruku itu sedang berbicara di dpan tentang pembekuan organisasi, kakak ini menjelaskan tentang hati hamba. sampai saat ketika aku bener-bener lega akan apa yang dibagikan oleh kakak tersebut, hatiku benar-benar damai waktu itu. nah kemudian mereka menawarkan acara IC aku tertarik dong, camp-camp seruan yang bisa menyegarkan otak kembali di saat kelas 3.